Pages

Selasa, 03 Januari 2012

Prinsip Dignosis


Ada beberapa prisip diagnosis yang perlu diperhatikan oleh guru bagi anak berkeulitan belajar. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Terarah pada perumusan metode perbaikan
Dianosis hendaknya suatu program perbaikan atau program pengajaran remidial. Ada dua tipe diagnosis, diagnosis etiologis merupakan diagnosis yang bertujuan untuk mengetahui sumber penyebab orisinil dari kesulitan belajar. Yang kedua diagnosis terapeutik merupakan diagnosis yang berkaitan langsung dengan kondisi anak pada saat sekarang dan sangat bermanfaat untuk menyusun program tentang kekuatan, keterbatasan, dan karakteristik lingkungan anak saat sekarang.
2.        Diagnosis harus Efisien
Diagnosis hendaknya berlangsung sesuai dengan derajat kesulitan anak. Evalusi rutin,  dapat memberikan informasi diagnostik yang berharga. Diagnosis yang berdasaran atas hasil-hasil evaluasi yang dilakukan secara rutin disekolah dapat digolongkan ke dalam taraf diagnosis umum, diagnosis umum ini bermafaat umtuk menyesuaikan program pembelajaran kelompok-kelompok anak secara umum.
Di samping itu, diagnosis umum  juga dapat memberikan informasi yang berguna untuk menyesuaikan program pembelajaran yang didasarkan atas individualitas anak dan dapat pula untuk membantu menemukan anak yang memerlukan analisis lebih rinci tentang kesulitan belajar mereka. Diagnosis kesulitan belajar  yang ditegakan atas hasil evaluasi semacam itu dapat digolongkan pada taraf diagnosis analitis. Diagnotis analitis terutama diagnosis medis-neurologis, bermanfaat untuk menentukan lokasi pada otak yang menyebabkan kesulitan belajar, sehingga dengan demikian dapat dijadikan landasan dalam menyesuaian program pengajaran remedial yang sesuai dengan keadaan anak.
3.        Menggunakan catatan kumulatif
Catatan kumulatif dibuat sepanjang tahun kehidupan anak disekolah. Dari catatn kecil itu kita bisa menadapatkan informasi yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengadakan remidial da sebagai landasan untuk menentukan pengelompokan yang sesuai dengan tingkat kesulitan belajar anak.   
4.        Memperhatikan berbagai informasi yang terkait
5.        Valid dan reliabel
Dalam melakukan dianosis hendaknya digunakan instrumen yang dapat mengukur apa yang seharusnya diukur, dan instrumen tersebut hendaknya juga yang dapat diandalkan.

6.        Penggunaan tes baku ( kalau memungkinkan )
Tes baku adalah tes yang telah dikalibrasi, yaitu tes yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Seperti tes psikologi pada bagian inteligensi umunya merupakan tes yang sudah diuji validitas dn reliabilitasnya. Tidak demikian dengan halnya dengan tes prestasi belajar yang baku masih merupakan barang langkah lebih-lebih yang dapar digunaka untukmendiagnosis kesulitan belajar.
7.        Penggunaan prosedur informasi
Penggunaan proedur informal sering sering memberikan mnfaat yang bermakna. Guru hendaknya memiliki perasaan bebas untuk melakukan evaluasi dan tidak terlalu terikat secara kaku oleh tes baku. Hasil observasi guru memegang peranan yang sangat penting untuk menegakan diagnosis kesulitan belajar anak. Dari observasi informasi sering diperoleh informasi yang bermanfaat bagi penyusunan program pengajaranremedial.
8.    Kuantitatif
Keputusan-keputusan dalam diagnosis kesulitan belajar hendaknya didasarkan pada pola-pola skor atau dalam bentuk angka. Maka informasi tersebut harus disusun sedemikian rupa sehingga skor-skor dapat dibandingkan. Dari semua itu kita akan mengetahui kesenjangan antara potensi dengan prestasi belajar anak saat pengajaran remedial dimulai. Informasi kuantitatif juga dapat memberikan informasi bagi guru untuk mengetahui keberhasilan pengajaran remedial yang diberikan kepada anak.
9.    Diagnosis dilakukan secara Berkesinambungan
Ketika kita melakukan diagnosis diperlukan dilakukan dengan secara berkesinambungan karena kadang-kadang ada anak yang gagal mencapai tujuan pengajaran remedial, maka dari itu dalam mendiagnosis sangat diperlukan sebuah kesinambungan untuk memperoleh hasil yang efektif dan efisien, dikatakan sekalipun remedial itu sudah dikatakan berhasil, mungkin masih tetap memerlukan modifikasi untuk memperoleh tingkat efektivitas  dan efisiensi yang lebih tinggi.


HERA MUSTIKASARI
207 201 553

0 komentar:

Posting Komentar

 

teks blog