Pages

Selasa, 03 Januari 2012

Kepemimpinan dan Suap


Tinjauan al Quran tentang Kepemimpinan dan Suap
Kepemimpinan
Q.S An Nisa : 59
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qãèÏÛr& ©!$# (#qãèÏÛr&ur tAqߧ9$# Í<'ré&ur ͐öDF{$# óOä3ZÏB ( bÎ*sù ÷Läêôãt»uZs? Îû &äóÓx« çnrŠãsù n<Î) «!$# ÉAqߧ9$#ur bÎ) ÷LäêYä. tbqãZÏB÷sè? «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# 4 y7Ï9ºsŒ ׎öyz ß`|¡ômr&ur ¸xƒÍrù's? ÇÎÒÈ
59.  Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Q.S Ali Imran : 118
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä Ÿw (#räÏ­Gs? ZptR$sÜÎ/ `ÏiB öNä3ÏRrߊ Ÿw öNä3tRqä9ù'tƒ Zw$t6yz (#rŠur $tB ÷LêÏYtã ôs% ÏNyt/ âä!$ŸÒøót7ø9$# ô`ÏB öNÎgÏdºuqøùr& $tBur Ïÿ÷è? öNèdârßß¹ çŽt9ø.r& 4 ôs% $¨Y¨t/ ãNä3s9 ÏM»tƒFy$# ( bÎ) ÷LäêZä. tbqè=É)÷ès? ÇÊÊÑÈ
118.  Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
Q/S An Nisa :105
!$¯RÎ) !$uZø9tRr& y7øs9Î) |=»tGÅ3ø9$# Èd,ysø9$$Î/ zNä3óstGÏ9 tû÷üt/ Ĩ$¨Z9$# !$oÿÏ3 y71ur& ª!$# 4 Ÿwur `ä3s? tûüÏZͬ!$yù=Ïj9 $VJÅÁyz ÇÊÉÎÈ
105.  Sesungguhnya kami Telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang Telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), Karena (membela) orang-orang yang khianat[347],

[347]  ayat Ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan berhubungan dengan pencurian yang dilakukan Thu'mah dan ia menyembunyikan barang curian itu di rumah seorang Yahudi. Thu'mah tidak mengakui perbuatannya itu malah menuduh bahwa yang mencuri barang itu orang Yahudi. hal Ini diajukan oleh kerabat-kerabat Thu'mah kepada nabi s.a.w. dan mereka meminta agar nabi membela Thu'mah dan menghukum orang-orang Yahudi, kendatipun mereka tahu bahwa yang mencuri barang itu ialah Thu'mah, nabi sendiri hampir-hampir membenarkan tuduhan Thu'mah dan kerabatnya itu terhadap orang Yahudi.
Q.S An Nahl : 90
* ¨bÎ) ©!$# ããBù'tƒ ÉAôyèø9$$Î/ Ç`»|¡ômM}$#ur Ç!$tGƒÎ)ur ÏŒ 4n1öà)ø9$# 4sS÷Ztƒur Ç`tã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍x6YßJø9$#ur ÄÓøöt7ø9$#ur 4 öNä3ÝàÏètƒ öNà6¯=yès9 šcr㍩.xs? ÇÒÉÈ
90.  Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
Suap
Q.S Al Baqarah :188
Ÿwur (#þqè=ä.ù's? Nä3s9ºuqøBr& Nä3oY÷t/ È@ÏÜ»t6ø9$$Î/ (#qä9ôè?ur !$ygÎ/ n<Î) ÏQ$¤6çtø:$# (#qè=à2ù'tGÏ9 $Z)ƒÌsù ô`ÏiB ÉAºuqøBr& Ĩ$¨Y9$# ÉOøOM}$$Î/ óOçFRr&ur tbqßJn=÷ès? ÇÊÑÑÈ
188.  Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu Mengetahui.
Q.S An Nisa :58
* ¨bÎ) ©!$# öNä.ããBù'tƒ br& (#rŠxsè? ÏM»uZ»tBF{$# #n<Î) $ygÎ=÷dr& #sŒÎ)ur OçFôJs3ym tû÷üt/ Ĩ$¨Z9$# br& (#qßJä3øtrB ÉAôyèø9$$Î/ 4 ¨bÎ) ©!$# $­KÏèÏR /ä3ÝàÏètƒ ÿ¾ÏmÎ/ 3 ¨bÎ) ©!$# tb%x. $JèÏÿxœ #ZŽÅÁt/ ÇÎÑÈ
58.  Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Tinjauan Hadits tentang Kepemimpinan dan Suap

عَنِ ا بْنِ عُمَرَ عَنِ ا لنَّبِِىِّ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اَ نَّهُ قَالَ : اَ لاَ كُلُّكُمْ رَا عٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْ لٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَا  لاَ مِيْرُ ا لَّذِ ى عَلَى ا لنَّا سِ رَا عٍ وَ هُوَ مَسْئُوْ لٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَ الرَّ جُلُ رَاعٍ عَلَى اَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْ أَةُرَا عِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَ لَدِهِ وَهِىَ مَسْئُوْ لَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُ اَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِه (روه ومسلم)
1796. dari ibnu umar r.a dari Nabi saw. Sabdanya : “ketahuilah! Setiap kamu adalah pengembala (peminpin), dan setiap kamu akan ditanya tentang gembalaanmu (kepeminpinanmu). Seorang Amir (raja penguasa. Pembesar atau peminpin) yang berkuasa terhadap rakyat, akan ditanya tentang kepeminpinannya. Seorang laki-laki adalah peminpin atas keluarganya. Dia akan ditanya tentang kepeminpinannya. Seseorang wanita adalah peminpin di ramah tangga suami dan anak-anaknya. Dia kan ditanya tentang kepeminpinanya. Seorang hamba sahaya adalah peminpin atas harta kekayaan majikannya yang dipercayakan kepadanya. Dia juga akan ditanyakan tentang kepeminpinannya. Ketahuilah, setiap kamu adalah peminpin, dan setiap kamu akan ditanya tentang kepeminpinannya.”  (H.R Muslim)

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَ سُوْلُ ا للهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَيْكَ السَّمْعَ وَا لطَّا عَةَ فِى عُسُّرِكَ وَيُسْرِكَ وَمَنْشَطِكَ وَمَكْرَ هِكَ وَاَ ثَرَ ةِ عَلَيْكَ (روه ومسلم)
1803. Dari abu hurairah r.a., katanya rasulallahu saw bersabda : “ anda wajib patuh dan setia, baik dalam keadaan susah maupun senang, disukai atau dibenci, biarpun merugikan kepentinganmu.” (H.R Muslim)

عَنْ اَبِى هُرَ يْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ اِنَّمَا ْلاِ مَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَا ئِهِ وَ يُتَّقَى بَهِ فَاِنْ اَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّوَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَا لِكَ اَجْرٌ وَاِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ (روه ومسلم).
1809. Dari Abu Hurairah r.a., dari nabi saw; sabdanya: “sesungguhnya imam(pemimpin, pembesar,atau penguasa) itu adalah bagaikan perisai,dimana orang berperang memakai perisai dan menjaga diri dengannya. Jika imam memerintahkan supaya taqwa kepada Allah’azza wa jalla dan berlaku adil, dia mendapat pahal karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka dia mendapat siksa” (H.R Muslim)
 Suap :

Kepemimpinan Perempuan dalam Islam

عَنْ اَبِي بَكْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَلَمَ لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَوْ أَمْرَهُمْ اِمْرَاَةً (رواه البخاري)

“Diriwayatkan dari abu bakrah, ia berkata Rasulullah saw bersabda tidak akan sukses suatu kaum (masyarakat, bangsa) yang menyerahkan (untuk memimpin) urusan mereka kepada perempan.”(H.R Bukhari)
Sumber riwayat
“Hadits tersebut disampaikan abu bakrah yang diterima dari Nabi saw. Nama lengkapnya nefi’ ibn al Harits ibnu kaldah, dia satu-satunya sahabat yang meriwayatkan hadits ini dan yang semakna dengannya yang didapati dalam kitab-kitab hadits khususnya al kutub al tis’ah yaitu sebanyak tujuh riwayat”[1]

Takhrijul hadits
“Hadits tersebut diriwayatkan oleh bukhari dalam kitab sahihnya sebanyak dua kali, masing-masing pada hadits no 4425 dan 7099, demikian juga dalam sunan al tirmidzi pada hadits no 2262, sunan al nasai pada hsdits 5388. Sementara dalam musnad Ahmad diriwayatkan sebanyak tiga kali berulang-ulang masing-masing pada hadits 19889, 19961,27745 dengan susunan redaksi hadits berbeda sedikit, yaitu :tidak sukses suatu kaum (bangsa) yang dikuasai oleh perempuan.“[2]
Semua hadits tersebut terulang sampai tujuh kali dalam empat kitab dan bersumber pada satu orang.
Asbab al wurud
Ketoka kita melihat hadits tersebut secara tekstual, maka sudah pasti kita akan berfikir bahwa Islam itu mengekang hak perempuan untuk memimpin, Islam tampak membatasi gerak perempuan dalam berpolitik. Padahal jelas tidaklah demikian. Islam adalah agama yang manusiawi dan milik semua, tidak terbatas apakah dia perempuan atau laki-laki. Dalam Islam semua sama, karena semua sama-sama diciptakan oleh Allah. Yang membedakan antara satu sama lain adalah tingkat ketakwaannya terhadap Allah.
Okeh karena itu kami merasa bahwa sangat penting bagi kita mengetahui penyabab atau latar belakang dari keluarnya hadits di atas, supaya tidaka ada kesalahfahaman dan pastinya tidak ada yang merasa terdiskriminasi oleh adanya hadits tersebut. Hal ini pun kami anggap perlu supaya kita tidak sembarangan berargumen, karena tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa pihak yang menggunakan hadits di atas untuk kepentingannya.
Dalam buku Hadits Tarbawi karya Dr. Wajidi Sayadi, M.Ag.dijelaskan bahwa Hadits tersebut berkenaan dengan laporan para sahabat mengenai peristiwa terpilihnya seorang perempuan yang menjadi ratu Persia. Dia terpilih menjadi ratu setelah terjadi pergolakan politik perebutan kekuaaan, dan saudara laki-lakinya sang ratu tewas dalam peristiwa tersebut. Bisa jadi peristiwa ini terjadi karena ada sebab sebelumnya, peristiwa ketika Rasul mengirim surat yang berisi ajakan kepada raja persia untuk masuk Islam, namun surat tersebut di robek oleh raja persia, mendengar itu Rasul berkata yang merobek suratku akan di robek-robek.
Jika dilihat dari sudut pandang realita sosial yang berlaku saat itu, wanita dianggap makhluk yang tidak berharga. Bagaimana bisa makhluk yang dianggap kurang berharga dijadikan pemimpin, ia tidak akan dihargai oleh yang dipimpinnya, maka setiap keputusan dan titahnya tidaklah berarti apa-apa di mata rakyatnya, karena sejak awal ia tidak dihargai.
Maka kami berfikir, konteks dari hadits ini adalah sejalan dengan barang siapa yang memberikan satu urusan pada orang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. Orang yang bukan ahlinya kami anggap seperti perempuan pada masa turunnya hadits diatas.
Menurut kami yang terpenting dari kepemimpinan itu bukanlah siapa yang memimpin akan tetapi seberapa besar kemampuannya untuk memimpin, kalaupun ada perempuan yang sekiranya memang mampu memimpin jauh lebih baik daripada laki-laki,kenapa harus memaksakan laki-laki yang jelas tak punya kemampuan untuk memimpin ? bukankah hasilnya akan sama saja.
Urusan apa pun jika diserahkan pada orang bukan ahlinya, maka urusan itu akan membawa pada kehancuran. Kami fikir hal ini sejalan dengan firman Allah dal surat an nisa : 58 yang artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,....”

0 komentar:

Posting Komentar

 

teks blog