Pages

Minggu, 24 April 2011

7 sifat yang harus dimiliki oleh seorang konselor

Menurut Jones ada 7 sifat yang harus dimiliki oleh seorang konselor, adalah sebagai berikut :
1.Tingkah laku yang etis. Sikap dasar seorang konselor harus mengandung ciri etis, karenakonselor harus membantu manusia sebagai pribadi dan memberikan informasi pribadiyang bersifat sangat rahasia. Konselor harus dapat merahasiakan kehidupan pribadikonseli dan memiliki tanggung jawab moral untuk membantu memecahkan kesukarankonseli.

2.Kemampuan intelektual. Konselor yang baik harus memiliki kemampuan intelektualuntuk memahami seluruh tingkah laku manusia dan masalahnya serta dapat memadukankejadian-kejadian sekarang dengan pengalaman-pengalamannya dan latihan-latihannyasebagai konselor pada masa lampau. Ia harus dapat berpikir secara logis, kritis, danmengarah ke tujuan sehingga ia dapat membantu konseli melihat tujuan, kejadian-kejadian sekarang dalam proporsi yang sebenarnya, memberikan alternatif-alternatif yangharus dipertimbangkan oleh konseli dan memberikan saran-saran jalan keluar yangbijaksana. Semua kecakapan yang harus dimiliki seorang konselor di atas membutuhkantingkat perkembangan intelektual yang cukup baik.

3.Keluwesan (fleksibelity). Hubungan dalam konseling yang bersifat pribadi mempunyaiciri yang supel dan terbuka. Konselor diharapkan tidak bersifat kaku dengan langkah-langkah tertentu dan sistem tertentu. Konselor yang baik dapat dengan mudahmenyesuaikan diri terhadap perubahan situasi konseling dan perubahan tingkah lakukonseli. Konselor pada saat-saat tertentu dapat berubah sebagai teman dan pada saat laindapat berubah menjadi pemimpin. Konselor bersama konseli dapat dengan bebasmembicarakan masalah masa lampau, masa kini, dan masa mendatang yang berhubungandengan masalah pribadi konseli. Konselor dapat dengan luwes bergerak dari satupersoalan ke persoalan lainnya dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dalam proses konseling.

4.Sikap penerimaan (accept ance). Seorang konseli diterima oleh konselor sebagai pribadidengan segala harapan, ketakutan, keputus-asaan, dan kebimbangannya. Konseli datangpada konselor untuk meminta pertolongan dan minta agar masalah serta kesukaranpribadinya dimengerti. Konselor harus dapat menerima dan melihat kepribadian konselisecara keseluruhan dan dapat menerimanya menurut apa adanya. Konselor harus dapatmengakui kepribadian konseli dan menerima konseli sebagai pribadi yang mempunyaihak untuk mengambil keputusan sendiri. Konselor harus percaya bahwa konselimempunyai kemampuan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan bertanggungjawab. Sikap penerimaan merupakan prinsip dasar yang harus dilakukan pada setiapkonseling.

5.Pemahaman (und erst and ing ). Seorang konselor harus dapat menangkap arti dari ekspresikonseli.Pemahaman adalah mengkap dengan jelas dan lengkap maksud yang sebenarnyayang dinyatakan oleh konseli dan di pihak lain konseli dapat merasakan bahwa iadimengerti oleh konselor. Konseli dapat menangkap bahwa konselor mengerti danmemahami dirinya, jika konselor dapat mengungkapkan kembali apa yang diungkapkankonseli dengan bahasa verbal maupun nonverbal dan disertai dengan perasaannya sendiri.Ungkapan konselor ini harus dapat ditangkap oleh konseli. Kemampuan konselor dalammemahami konseli pada setiap konseling dapat terjadi dengan menempatkan dirinya padakaca mata konseli. Memahami orang lain tidak cukup hanya mengerti data-data yangterkumpul, tetapi yang lebih penting konselor dapat mengerti bagaimana konseli memberikan arti terhadap data-data tadi. Memahami dalam proses konseling jangandisamakan dengan memahami suatu ilmu pengetahuan. Dalam ilmu pengetahuan orangingin menangkap arti yang objektif, sedangkan dalam konseling justru karena inginmenangkap arti yang subjektif, yaitu arti yang diberikan oleh konseli. Dalam konselingyang diperlukan bukan kebenaran yang objektif, melainkan bagaiman konseli melihatkebenaran itu. Seorang konselor tidak perlu meneliti kebenaran kata-kata konseli, tetapiyang penting bagi konselor adalah menangkap cara konseli menyatakan kebenarantersebut dan akhirnya konselor dapat menangkap arti keseluruhan pernyataan kepribadiankonseli. Seorang konselor harus mengikuti perubahan kepribadian konseli dengan baik.Konselor harus dapat menyatuakn dirinya dengan dunia konseli dan dapat menyatukankembali dengan cara yang wajar dan dengan penuh perasaan agar konseli mudahmenangkap dan mengertinya. Akhirnya, konseli dapat melihat alternatif-alternatif yangrealistis dengan diri sendiri dan berani merumuskan suatu keputusan yang bijaksana.Konselor sangat berperan dalam situasi puncak proses konseling ini.
6.Peka terhadap rahasia pribadi. Dalam segala hal konselor harus dapat menunjukkan sikapjujur dan wajar sehingga ia dapat dipercaya oleh konseli dan konseli berani membuka diriterhadap konselor. Jika pada suatu saat seorang konseli mengetahui bahwa konselornyamenipunya dengan cara yang halus, konseli dapat langsung menunjukkan sikap kurangmempercayai dan menutup diri yang menghilangkan sikap baik antara dirinya dankonselornya. Konseli sangat peka terhadap kejujuran konselor, sebab konseli telah beranimengambil risiko dengan membuka diri dan khususnya rahasia hidup pribadinya.

7.Komunikasi. Komunikasi merupakan kecakapan dasar yang harus dimiliki oleh setiapkonselor. Dalam komunikasi konselor dapat mengekspresikan kembali pernyataan-pernyataan konseli secara tepat. Menjawab atau memantulkan kembali pernyataankonseli dalam bentuk perasaan dan kata-kata serta tingkah laku konselor. Konselor harusdapat memantulkan perasaan konseli dan pemantulan ini dapat ditangkap serta dimengertioleh konseli sebagai pernyataan yang penuh penerimaan dan pengertian. Dalam koselingtidak terdapat resep tertentu mengenai komunikasi yang dapat dipakai oleh setiapkonselor pada setiap konseling.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

teks blog